Flutter VS React NativeKhususnya buat para pengembang aplikasi berbasis Android atupun iOS dan keduanya tentu sangat paham betul dengan masalah flutter vs react native. Flutter maupun React Native adalah sebuah framework atau kerangka yang dipakai buat mengembangkan aplikasi. Keduanya mempunyai fungsi yang sama, tapi dibuat oleh dua perusahaan yang berbeda yang kemudian memiliki keunikannya masing-masing.

Perbedaan Antara Flutter dengan React Native

Flutter adalah kerangka pengembang aplikasi mobile yang disediakan oleh Google, sedangkan React Native dikomandani oleh Android Studio. Penggunaan Flutter akan memberi kemudahan buat kreator aplikasi memberi keunikan pada tampilan. Inilah yang bikin flutter saat ini banyak dilirik agar applikasi yang dibuat bisa memiliki tampilan lebih khas.

Supaya lebih memahami apa saja perbedaan antara kedua kerangka ini, maka berikut ini detail perbedaan flutter vs react native yang perlu kita diketahui:

  1. Fitur Hot Reaload

    Fitur yang dihadirkan oleh kedua kerangka pengembang aplikasi ini mempunyai perbedaan yang cukup menarik. Flutter disebut-sebut sebagai kerangka yang menampilkan fitur lebih kompleks untuk aplikasi yang lebih fleksibel. Salah satunya adalah keberadaan fitur hot reload di dalam Flutter.

    Fitur satu ini membuat proses pembuatan coding pada aplikasi sensasinya sama persis saat membuat coding di web. Ketika ada eror maka kreator aplikasi tidak perlu melakukan build di coding, sehingga hanya perlu dilakukan sekali. Berbeda jika memakai React Native, yang perlu melakukan build beberapa kali sehingga memakan waktu lebih lama.

  2. Bahasa Pemrograman yang Disediakan

    Pada saat bikin aplikasi maka proses coding atau sintax akan memakai bahasa pemrograman. Melirik flutter vs react native maka diketahui keduanya menggunakan sistem perangkat lunak berbeda. Artinya keduanya menggunakan bahasa pemrograman berbeda sehingga tipe atau bentuk coding di dalamnya sedikitnya sudah pasti berbeda.

    Pada aplikasi yang dibangun dengan Flutter maka akan terlihat menggunakan bahasa pemrograman Dart. Sedangkan untuk aplikasi yang dikembangkan memakai React Native maka akan mempergunakan dua bahasa pemrograman. Pertama adalah Java dan yang kedua adalah Kotlin, maka seorang programmer perlu mengecek bahasa mesin mana yang dikuasai sebelum memilih kerangka aplikasinya.

  3. Media Aplikasinya

    React Native adalah kerangka yang disediakan oleh Android Studio, sehingga hanya dapat menciptakan aplikasi yang berjalan di Android. Otomatis aplikasi yang menggunakan kerangka ini tidak bisa dijalankan di sistem lain, salah satunya iOS. Berbeda dengan Flutter yang membuat satu aplikasi dapat dijalankan di dua platform baik Android maupun iOS.

Inilah alasan kenapa banyak orang yang memiliki cukup modal dalam membeli aplikasi, lebih memilih penggunaan Flutter. Sebab hanya dengan cukup sekali coding maka aplikasi yang sudah jadi dapat dijalankan di semua platform. Contoh aplikasi yang bisa dijalankan di Android maupun iOS dah semakin banyak. Sebut saja seperti Alibaba, App Tree, Google Adwords, dan Hamilton.

Meskipun penggunaan framework Flutter mampu menciptakan aplikasi yang dapat dijalankan di semua platform. Hal ini bukan berarti semua programmer membuat aplikasi yang dibuatnya bisa berjalan di kedua platform tadi. Jika memang dibutuhkan maka aplikasi yang dibuat bisa hanya dijalankan di Android saja ataupun di iOS saja sesuai kebutuhan. Biasanya juga disesuaikan dengan keinginan pemesan aplikasi tersebut.

Dan mengengetahui perbedaan spesifik antara kedua kerangka pengembang aplikasi mobile ini, maka dapat terbantu dalam menentukan platform mana yang akan dipakai. Keduanya memakai bahasa pemrograman yang berbeda dan media untuk menjalankan aplikasi yang dihasilkan juga berlainan. Jika di awal berencana menjalankan aplikasi di semua sistem mobile, maka Flutter dapat dijadikan pilihan. Begitupun sebaliknya, sehingga flutter vs react native menjadi aspek penting untuk diperhatikan.

By The way ngomongin flutter vs react native emang gak ada abisnya, akan selalu ada yang menarik buat dibahas apalagi bagi temen-temen yang memang telah terjun di pemrograman android. Nah biar lebih ngerti dan paham baik teori ataupun praktek flutter atau react native kami isarankan bapak/ibu ambil kursusnya.

Dimana ada Kursus Flutter atau React Native ?

Jika bapak/ibu sedang mencari tempat kursus yang menyediakan pelatihan Flutter dan React Native maka sangat tepat berada artikel ini, karena apa? karena informasi keduanya bisa bapak/ibu dapatkan disini.

Banyak kelebihan yang bisa bapak/ibu dapatkan ketika ambil kursus flutter atau react native di Mus Tech, apa saja ?

  • Pengajar adalah Praktisi (mereka rata-rata programmer yang langsung terjun di dunia aplikasi
  • Harga sangat terjangkau dan tersedia kelas Privat, Reguler dan InHouse Training.
  • Bisa konsultasi dengan tim pengajar
  • Peserta dalam 1 kelas maks 4 atau 5 untuk reguler class

Untuk tempat kursus Mus Tech yang menyediakan pelatihan flutter atau react native silahkan hubungi kami di 0896-5331-2998

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *